Senin, 24 Oktober 2011

Karakteristik Anak Tunanetra

A. KARAKTERISTIK ANAK TUNANETRA DALAM ASPEK AKADEMIS
Bateman dalam Hallahan &Kauffman (1991:312) mengemukakan bahwa dari hasil  penelitian, diperoleh beberapa     fakta    yang     memberikan    kesan    bahwa    anak    tunanetra    baik    yang    kurang    lihat maupun buta, ketinggalan    dari   temannya   yang   awas. Berkaitan dengan tersebut, Samuel Hayes dalam Moh. Amin (1986:13) telah    mengukur    kecerdasan   tunanetra    dengan menggunakan    tes kecerdasan Hayes Binet dengan    menghilangkan nomor-nomor yang menggunakan    penglihatan dan menggantinya dengan nomor-nomor yang tidak menggunakan penglihatan dari Standford-Binet. Tes tersebut menguji 2.312 anak-anak buta, dan menemukan bahwa angka IQ rata-rata mereka adalah 98,8.
Studi yang dilakukan oleh kephart 7 Schwartz (1974) menunjukkan bahwa anak-anak yang mengalami gangguan penglihatan yang berat cenderung memperoleh kemampuan berkomunikasi    secara    lisan, dan mampu berprestasi, seperti anak awas.
B. KARAKTERISITK ANAK TUNANETRA DALAM ASPEK PRIBADI DAN
SOSIAL
Hallahan & Kauffman (1991:313) mengemukakan bahwa hasil penelitian tidak menunjukkan bahwa anak tunanetra secara umum tidak dapat menyesuaikan diri (maladjusted) sehingga masalah kepribadian bukan merupakan sifat/pembawaan dari ketunanetraannya.Sikap negatif orang awas, dapat terjadi karena adanya penilaian yang salahatau persepsi negatif terhadap tunanetra.
2 . Beberapa literatur mengemukakan karakteristik yang mungkin terjadi pada anak tunanetra yang tergolong buta sebagai akibat langsung maupun tidak langsung dari kebutaannya ialah:
1) Curiga pada orang lain
2) Mudah tersinggung
3) Ketergantungan pada orang lain
C. KARAKTERISTIK ANAK TUNANETRA DALAM ASPEK FISIK /SENSORIS
DANOTORIK/PERILAKU M
1. Aspek Fisik dan Sensoris
Dari kondisi matanya dan sikap tubuhnya yang kurang ajeg serta agak kaku, dari segi indera, umumnya anak tunanetra menunjukkan kepekaan yang lebih baik pada indera pendengaran dan perabaan dibanding dengan anak awas.
2. Aspek Motorik
Dari aspek motorik/perilaku anak tunanetra menunjukkan karakteristik, sebagai berikut:
a. Gerakannya agak kaku dan kurang fleksibel
b. Perilaku Stereotipee (Stereotip behavior)

www.scribd.com/doc/28796873/KARAKTERISTIK-ANAK-TUNANETRA

Sabtu, 27 Agustus 2011

Pendidikan Khusus

A. Pendahuluan
     Pendidikan khusus adalah pendidikan bagi anak luar biasa(ALB) yakni anak yang mempunyai  sesuatu yang luar bisa yang secara signifikan membedakannya dengan anak-anak seusia pada umumnya. Anak luar biasa yang dimaksud bukan hanya anak-anak yang mempunyai kekurangan,tapi juga anak-anak yang mempunyai kelebihan sehingga tidak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga diperlukan adanya pendidikan khusus. Dilihat dari arah penyimpangan,jenis keluabiasaan dapat dibagi menjadi 2 kategori, yakni keluarbiasaan di atas normal dan keluarbiasaan di bawah normal. Keluarbiasaan di atas normal merupakan kondisi seseorang yang melebihi batas normal dalam bidang kemampuan dan biasa disebut gifted and talented person. Keluarbiasaan di bawah normal sangat beragam, yakni tunanetra,tunarungu,tunagrahita,tunadaksa,tunalaras, dan kesulitan belajar. Mari kita pelajari salah satu keluarbiasaan di bawah normal, yakni Tunanetra